Laporan Study Banding dan Karya Wisata MTs Negeri Brangsong

Laporan Study Banding dan Karya Wisata
                Nama             : M. Lukluk Atsmara Anjaina
            Kelas             : IXA

I. PENDAHULUAN
            Study Banding merupakan sebuah konsep pembelajaran yang dilakukan ditempat yang berbeda atau pengamatan langsung dengan tujuan menambah wawasan atau pengetahuan tentang objek yang diamati.

II. LATAR BELAKANG
Laporan perjalanan ini dibuat untuk:
a.       memenuhi tugas akhir sekolah yang diberikan oleh guru pendamping/pengampu.
b.      Menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi dalam mata pelajaran B.Indonesia, IPS, dan PKn.

III. MAKSUD DAN TUJUAN
            Maksud dan tujuan diadakannya study banding dan karya wisata adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa-siswi, menambah kreativitas siswa-siswi, mengajak siswa-siswi memiliki jiwa nasionalisme, rasionalisme, dan religiusme, dan mengenalkan kepada siswa-siswi akan beberapa objek wisata dan keindahan alam di Indonesia.

IV. LAPORAN HASIL KEGIATAN
            Dengan menunjungi beberapa tempat, siswa-siswi diajak mengembalikan kesegaran pikiran setelah menjalani ujian nasional. Adapun tempat-tempat yang dikunjungi, yaitu:
a.      Makam Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Athas, Sapuro, Pekalongan
b.      TMII Jakarta
c.        Gelanggang Samudra
d.      Dufan
A. Makam Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al-Athas, Sapuro, Pekalongan.
                        Dengan mengunjungi makam mbah Habib Ahmad siswa-siswi menjadi tahu bahwa ditengah kota pekalongan terdapat makam ulama’ besar yang dilahirkan di kota Hajren Hadramaut, Yaman pada tahun 1255H atau 1836M.
B. TMII Jakarta
Di TMII Jakarta siswa diajak mengamati beberapa kekayaan, kerajinan, dan keindahan alam di dua provinsi, yakni Provinsi DIY Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah. Di Provinsi DIY Yogyakarta, disebelah pintu siswa-siswi disuguhkan Gamelan dari Bantul yang dipajang dibalik kaca, selanjutnya siswa-siswi diajak mengamati keindahan alam yang ada di yogyakarta berupa miniatur-miniatur, seperti Miniatur Tugu Golong Gilig yang berada ditengah jantung kota Yogyakarta dan beberapa keindahan alam yang disajikan, sayangnya tidak ada keterangan/penjelasan yang memudahkan siswa-siswi mengidentifikasi dan mengamati kenampakan alam di DIY Yogyakarta. Juga dilihatkan sebuah Tandu Jempana Pengantin, Pendopo, dan Arca/Patung Budha Raksasa yang tanpa keterangan lebih lanjut.
Di Provinsi Jawa Tengah siswa-siswi diajak menikmati indahnya Provinsi Jawa Tengah di dalam pendopo dengan melihat Miniatur Menara Kudus, Dokar Kerangkeng dari Kudus, Miniatur Masjid Agung Demak, dan Andong dari Surakarta.
Diluar Pendopo Anjungan Jawa Tengah siswa-siswi diajak mengamati beberapa miniatur candi dengan penyajian yang mirip aslinya dibuat besar sedemikian rupa, juga rumah adat asli. Dengan demikian siswa-siswi memperoleh informasi sebagai berikut:
a.      Candi Mendhut
Candi Mendhut merupakan candi yang berisi patung budha yang besar, halus, dan indah buatannya. Berlokasi 2 km timur laut Candi Borobudur Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.
b.      Candi Prambanan
 Candi Prambanan berlokasi di Kabupaten Klaten Jawa Tengah, merupakan candi Hindu termegah dan indah. Terdapat relief dinding yang merupakan epos Ramayana.
c.       Candi Borobudur
Candi Borobudur berlokasi di Kabupaten Muntilan Jawa Tengah, merupakan candi  terbesar dan termegah didunia. Terdapat relief dinding sepanjang 4km yang menggambarkan kehidupan Sang Budha.
d.      Rumah Adat Kudus
Rumah Adat Kudus merupakan Rumah Joglo yang bentuk arsitekturnya merupakan perpaduan budaya Hindu, Islam, China, Persia dan Eropa. Terdapat ukiran khas Kudus yang menggambarkan filosofi hidup manusia.
C. Gelanggang Samudra
            Disini siswa-siswi hanya dilihatkan aneka pertunjukkan yang ada di Ancol, tapi sayangnya di Gelanggang Samudra siswa-siswi hanya diberi waktu yang sangat minim
D. Dunia Fantasi (Dufan)
            Di Dufan siswa-siswi diuji adrenalinnya, dengan disuguhkan berbagai wahana yang mengerikan seperti Tornado, Halilintar, Hysteria dan lain sebagainya. Juga disuguhkan wahana-wahana pertunjukkan dan petualangan.

V. SIMPULAN DAN SARAN
            Dengan ditulisnya laporan study banding dan karya wisata ini siswa-siswi lebih mengerti dan memahami salah satu kebutuhannya dalam pendidikan, yakni berorientasi langsung dengan mengamati, siswa lebih segar pikirannya setelah melakukan perjalanan
            Saran yang saya berikan, sebaiknya siswa-siswi tetap dipantau karena jika seseorang membeli buah dikeranjang tidak semuanya bagus pasti ada yang jelek. Demikian pemandangan yang terjadi pada siswa-siswi banyak yang merokok di dalam asrama, dibelakang bus dan ditempat-tempat yang jauh dari pantauan pembimbing.
            Juga tidak terlaksananya pemantauan di Anjungan DIY Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan seksama yang seharusnya di tempat tersebut siswa-siswi memantau dan nantinya dijadikan laporan, namun yang terjadi bukanlah seperti rencana yang telah disahkan.

VI. PENUTUP

            Demikian laporan study banding dan karya wisata yang dilaksanakan hari Senin-Rabu tanggal 25-27 Mei 2015 ini dibuat atas pengamatan-pengamatan yang saya lakukan dan catat dibuku yang saya bawa. Semoga dapat menjadi acuan dan pertimbangan bapak/ibu guru terhadap tugas akhir sekolah yang diberikan. Informasi ini dibuat dan dicatat dari prasasti-prasasti yang ada di Anjungan DIY Yogyakarta dan Anjungan Jawa Tengah.
            Akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih dan mohon maaf jika banyak kesalahan dalam pembuatan laporan ini. Sangat dibutuhkan kritik dan sarannya terhadap penulisan laporan ini.

                                                                                    Brangsong, 28 Mei 2015 



                                                                                    Nama Terang & Tanda Tangan







Komentar

Postingan Populer